malam dan detik ini, ingin sekali aku ingkar…
bahwa kuasa pikirku penuh untukmu ‘ Sang… ‘
yang harusnya nyata – nyata bukan kau yang musti ku pikirkan,
ada ’seseorang’ yang lebih pantas untuk aku pikirkan
dan berhak tempati ruang hatiku saat ini…
namun mengapa tak jua muncul sekalipun ’seseorang’ itu,
gambarnya terhalang penuh oleh bayanganmu ‘ Sang…’
dan lengahnya aku saat tak bisa menahan jemari ini,
untuk tidak mengirimkan pesan padamu,
meski hanya bersapa saja ‘ Sang… ‘
yah… aku ingin menyapamu malam ini,
terlanjur kulakukan dan aku senang.
sebab apa yang tak terpikir olehku telah terjadi ‘ Sang… ‘
tiba – tiba kau menyerahkan penuh suaramu malam ini.
jika masih boleh aku jujur ‘ Sang… ‘
aku merasa nyaman dan tenang,
hingga kedua mata yang selalu memaksaku
untuk tetap terjaga menjadi patuh padamu ‘ Sang… ‘
dan aku terlelap, sangat terlelap
setelah mendengar suaramu ‘ Sang… ‘
terimakasih.
kepada pukul 00.00… ( kemarin dan esok )
May 9, 2008 by sheska
keknya pernah akrab dengan kata “sang” ini..saha atuh..boleh tidak kasih tau itu saha…aku ta?
glek…
terasa karib kata-kata itu
karena akulah pencipta kata ’sang’
maksudnya sayang…bukan sang fajar dan sang timur…huek..
hehehe.. weleh kok komen sampeyan banyak kali mbak
,
, sampeyan tau siapa?!
seep deh…!!
yah.. aku ‘ ngepek’ punya sampeyan tapi ini ‘ Sang… ‘ untuk Sang fajar…
thx ya mbak… miss u
napa ’sang …’? si ajalah? ato she aja…
pa kabar?
lhah…jian lain kali pake nama lain..kekekeke.iya deh..seep
@ JenGis : sebab… dulu yang telah lalu ‘ Sang… ‘ selalu memberikan sapaan yang terkirimkan untukku bersama kehangatan Sang Fajar kala itu.
@ si mbak : iyah mbak…hehehe
iyo pake aja si gembuz atau si hipokrit..kekeke
hahaha..
) apa ndak ada ide nama yang lebih bagus mbak ?!
masa ‘ si gembuz ‘ !!!
kalo pakai nama ‘ si odong ‘, boleh ndak?
hipokrit ?!
hihihi….
odong itu juga ndak kretaif non….udahlah pake si hipokrit, kan itu keren. agak berbau konstruk sosial dikit. hoek…opo iki.
nama itu juga berasal dari sampeyan yah